Momentum sejarah Indonesia pada tahun 2045 sebagai peringatan seratus tahun merupakan langkah penting dalam perjalanan pembangunan negara. Fokus pada empat pilar pembangunan, yaitu Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan, menunjukkan komitmen untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi landasan utama untuk memajukan bangsa. Investasi dalam pendidikan, kesehatan, dan penelitian menjadi kunci untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif.
Pembangunan ekonomi berkelanjutan menjadi fokus kedua, dengan penekanan pada industrialisasi, inovasi, dan kemajuan teknologi. Infrastruktur menjadi unsur krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk transportasi, energi, dan konektivitas digital. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil, dan menciptakan dampak positif dalam berbagai sektor seperti energi, pangan, kebencanaan, serta industri dan investasi.
Pemerataan pembangunan adalah prinsip ketiga yang dipegang teguh, mengingat Indonesia memiliki karakteristik kepulauan yang unik. Upaya untuk menyeimbangkan pembangunan di seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terluar, menjadi langkah strategis untuk mencapai kesetaraan dan keberlanjutan pembangunan.
Pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan adalah pilar keempat yang mendukung keberlanjutan pembangunan. Keberlanjutan ini mencakup ketahanan energi, kedaulatan pangan, ketahanan bencana, dan hilirisasi industri.
Rancangan RPJPN 2025-2045 menjadi roadmap yang penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Sinergi antara pilar-pilar pembangunan, infrastruktur, dan kebijakan strategis diharapkan dapat mengatasi tantangan yang dihadapi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan memastikan keberlanjutan pembangunan menuju abad ke-2 Indonesia.













